180 articles Spanel Page 7 / 9

Panduan administrator Spanel 1.3/Dll/Kelola subversion

Subversion (SVN) adalah salah satu version control system popular yang ada. SVN mula-mula diciptakan sebagai pengganti CVS, software yang popular sebelumnya namun memiliki banyak kelemahan Membuat Untuk mulai menggunakan Subversion di server, pertama-tama buatlah sebuah repositori SVN. Dari control panel hosting, klik Perkakas lalu klik Subversion. Klik Tambah repositori lalu masukkan nama yang diinginkan dan…

Panduan administrator Spanel 1.3/Backup/Remote

Cara kerja backup remote backup Pada intinya remote backup dilakukan dengan rsync over SSH, cara yang cukup standar di dunia Unix/Linux. Keuntungannya: SSH memberikan metode otentikasi yang fleksibel dan perlindungan enkripsi jaringan, sementara rsync memberikan algoritma pengiritan bandwidth. Server hosting yang melakukan koneksi SSH ke server remote backup. Menyetup server hosting yang ingin dibackup Buatlah…

Panduan administrator Spanel 1.3/Pemrograman/PHP

Menggunakan modus modul Apache Defaultnya Spanel menggunakan modus CGI. Dalam lingkungan shared hosting modus ini lebih aman daripada modus modul Apache karena dengan modus CGI setiap skrip PHP dapat dijalankan menggunakan usernya (atau cgi-USER-nya) masing-masing. Namun jika diinginkan karena hal-hal tertentu, yaitu: misalnya, jika server ini hanya digunakan 1 user saja, atau semua user saling…

Panduan administrator Spanel 1.3/Pemrograman/Kompiler

defaultnya, user hosting dilarang mengakses compiler seperti gcc, sehingga ketika mengetikkan gcc akan muncul error permission denied. untuk mengizinkan akses ke compiler c, masukkan user hosting ybs ke grup unix ‘cc-user: # gpasswd -a NAMAUSER cc-user user hosting mungkin harus logout dan login kembali di shell. untuk mencabut aksesnya lagi, keluarkan user hosting dari group…

Panduan administrator Spanel 1.3/Keamanan/Akses ke lokasi tertentu

Demi keamanan, akses ke lokasi filesystem tertentu dilarang hanya bagi grup Unix tertentu. Pembatasan akses ke lokasi ini meliputi: Akses ke /proc Dibatasi hanya untuk grup: proc-user. Alasan: /proc berisi banyak informasi penting, termasuk daftar semua proses yang sedang berjalan (termasuk proses milik user lain), informasi sistem (hardware, jaringan, dll). Efek akses ini dilarang: beberapa…

Panduan administrator Spanel 1.3/Keamanan/Akses ke program-program tertentu

Demi keamanan, akses ke program-program tertentu dilarang hanya bagi grup Unix tertentu. Biasanya ini bukan cara yang 100% aman, karena user dapat saja mengupload program-program tersebut sendiri ke home-nya. Pembatasan akses ke program-program ini meliputi: Akses ke program-program mass downloader Contoh: /usr/bin/wget, /usr/bin/curl Dibatasi hanya untuk grup: webbot-user. Untuk mengizinkan user tertentu (mis: u1000) untuk…

Panduan administrator Spanel 1.3/Shell/Akses shell

Defaultnya, user hosting diset shellnya ke /c/bin/notifynoshell, yang akan menampilkan pesan bahwa akses shell tidak tersedia pada pada paket hosting atau sedang dinonaktifkan. Anda dapat memberikan fitur shell pada user hosting dengan mengaktifkannya di fitur plan hosting lalu mengeset plan hosting tersebut bagi si user. Di /etc/spanel/plans.yaml: NAMA PAKET HOSTING: … features: … unix_shell: Yes…

Panduan administrator Spanel 1.3/DNS

Ringkasan Berikut ringkasan menyeluruh tentang servis/server DNS di Spanel: Server hosting: resolver PowerDNS (pdns-recursor) mendengarkan di 127.0.0.1 (opsional, dapat dimatikan, setting: features/dns_resolver) file-file zona DNS dalam format YAML ada di akun hosting masing-masing: /u/NAMAUSER/sysetz/zone=* konfigurasi daftar server DNS yang ingin dihubungi: dns/servers mengirimkan zona DNS ke server DNS terdaftar via remote API Spanel (HTTPS port…

Panduan administrator Spanel 1.3/DNS/Setup/Server/WinPlesk

Panduan ini untuk menyetting server DNS berbasis Spanel agar dapat mengambil file-file zona DNS dari server hosting WinPlesk. WinPlesk menggunakan Bind untuk DNS. Pertama-tama, pastikan server DNS berbasis Spanel telah tersetup dengan benar. Lihat panduannya di sini: Panduan administrator Spanel 1.3/DNS/Setup/Server/Separated. Beri akses SSH pada server DNS Jika belum ada, buatlah SSH key di server…

Panduan administrator Spanel 1.3/DNS/Setup/Server/cPanel

Pertama-tama, pastikan server DNS berbasis Spanel telah tersetup dengan benar. Lihat panduannya di sini: Panduan administrator Spanel 1.3/DNS/Setup/Server/Separated. Beri akses SSH pada server DNS Jika belum ada, buatlah SSH key di server hosting DNS: # su – spanel-data $ ssh-keygen -t dsa Jangan beri password pada key ini agar server DNS dapat masuk ke server…

Panduan administrator Spanel 1.3/DNS/Setup/Server/Separated

Baik server DNS maupun server hosting berbasis Spanel dan telah disetup Spanel-nya sampai selesai. Setup server DNS Di /etc/spanel/spanel.yaml pastikan settingnya adalah sbb: features: dns_server: Yes mysql: Yes Tambahkan user Unix bernama ‘hosting-server’ dan setlah passwordnya (mis: ‘secret123’). # useradd hosting-server # passwd hosting-server Lalu pastikan /etc/spanel/api.yaml kurang lebih seperti ini: enabled: Yes acl: #…

Panduan administrator Spanel 1.3/DNS/Setup/Server/Shared

Di /etc/spanel/spanel.yaml pastikan settingnya adalah sbb: features: dns_server: Yes mysql: Yes dan di /etc/spanel/passwords.yaml ada entri sbb: powerdns_mysql_db: pdns powerdns_mysql_user: pdns powerdns_mysql_pass: <PASSWORD> Ganti <PASSWORD> dengan nilai sebenarnya sesuai kesukaan Anda. Lalu, jalankan /c/sbin/spanel-setup check-setup untuk membuat database dan user database MySQL untuk PowerDNS, dan mensetting PowerDNS sebagai server DNS.

Panduan administrator Spanel 1.3/DNS/Setup/Resolver

Untuk menyetting servis resolver DNS di server Spanel, cukup dengan menyalakannya di konfigurasi server /etc/spanel/spanel.yaml: features: dns_resolver: Yes lalu menjalankan /c/sbin/spanel-setup check-setup –fix agar Spanel menyetting recursor PowerDNS. Resolver mendengar di alamat 127.0.0.1. Alamat ini sudah otomatis ditambahkan ke /etc/resolv.conf oleh Spanel jika server diaktifkan fitur resolver DNS-nya.

Panduan administrator Spanel 1.3/Database/MySQL/Overview

MySQL adalah XXX. Di Spanel, database MySQL disimpan di direktori masing-masing user, di direktori mysql/, lalu disymlink dari direktori data MySQL (walaupun hal ini mungkin akan berubah di Spanel 2.0). Misalnya: /u/user1/mysql/ user1_db1/ <– direktori database MySQL user1_db1 milis user1 user1_db2/ … /u/user2/mysql/ user2_db1/ <– direktori database MySQL user2_db1 milis user2 user2_db2/ … … /var/lib/mysql…

Panduan administrator Spanel 1.3/Web/Alias per-subdomain

Apache memiliki direktif Alias (dan varian-variannya: ScriptAlias, AliasMatch, ScriptAliasMatch) untuk mengarahkan (melakukan mapping) sebuah path URL tertentu menjadi path fisik tertentu pula. Misalnya, di setiap instalasi default Apache, URL path /icons diarahkan ke direktori icon Apache, misalnya /usr/share/apache2/icons. Jadi jika ada orang yang mengakses website Andahttp://www.example.com/icons/icon1.jpg, maka bukannya /s/www.example.com/www/icons/icon1.jpg yang dicari oleh Apache tapi /usr/share/apache2/icons/icon1.jpg.…

Panduan administrator Spanel 1.3/Web/Virtualhost manual

Kadang-kadang virtualhost manual (<VirtualHost>) juga diperlukan, misalnya jika ingin: menggunakan documentroot custom, tidak ke /s/SITE/www; menjalankan skrip CGI/PHP dengan user tertentu, tidak default USER atau cgi-USER; konfigurasi custom lain. Jika ingin membuat <VirtualHost> manual, caranya adalah, buatlah file .conf di /etc/spanel/apache2/, misalnya /etc/spanel/apache2/mysite.conf lalu isikanlah konfigurasi Apache di sana. Setelah itu jangan lupa reload/restart Apache.

Panduan administrator Spanel 1.3/Web

Virtualhost otomatis Saat ini untuk servis web, Spanel menggunakan Apache 2.2. Dengan Spanel, Anda dapat membuat virtualhost “otomatis”, yaitu di setiap akun hosting, pada direktori sites/ (/u/USER/sites/) Anda tinggal menambahkan direktori subdomain atau virtualhost baru (bisa lewat API XXX atau lewat antaramuka web Spanel) maka virtualhost tersebut akan langsung dapat diakses, tanpa harus membuat entri…

Panduan administrator Spanel 1.3/User/Backup

Perintah: $ sudo /c/sbin/taruser Skrip ini akan menghasilkan sebuah file terkompresi (.rar) yang terpotong-potong seukuran CD (700 MB) atau DVD (4GB) dan diberi password. Isinya adalah data seluruh akun user tersebut: file-file website, file-file di home, email, database, dll. Pada akhir proses backup, Anda akan diberi URL http:// agar bisa mendownload file hasil backup tersebut,…

Panduan administrator Spanel 1.3/Migrasi/Spanel ke cPanel

Prosedur 1. Di server Spanel, lakukan: $ sudo /c/sbin/migrateuser.pl Pilih tahap 1. Hasilnya adalah direktori USERNAME.YYYYMMDDHHmmSS/. Di mana USERNAME adalah username Unix, YYYYMMDDHHmmSS adalah timestamp. 2. Konversi: $ /c/bin/convert-spanel-datadir-to-cpanel-pkg –source USERNAME.YYYYMMDDHHmmSS –ip 1.2.3.4 Di mana 1.2.3.4 adalah alamat IP server cPanel yang menjadi tujuan. Hasilnya adalah file cpmove-USERNAME.tar.gz. 3. Kopikan file ini ke server cPanel…