Panduan administrator Spanel 1.3/Lampiran/Catatan perubahan

Artikel ini mencatat perubahan-perubahan penting yang ada di tiap versi. Untuk catatan perubahan yang lebih lengkap, silakan lihat file ChangeLog.

1.3.14

  • online installer dan online upgrader. Kini Spanel dapat diinstal dan diupgrade dengan satu perintah saja.
  • spanel-setup tidak lagi membuat akun user inisial/sistem yang sama dengan server ID
  • lokasi backup akun (hasil taruser) kini dipidanh lokasinya ke /backup/downloads dan dapat diakses lewat HTTP dengan URL http://SPANELHOST/downloads/

1.3.13

  • Skrip adduser tidak lagi membuat symlink subdomain alias sementara. Subdomain sementara kini dideteksi/bekerja otomatis dari webserver. Konsekuensinya, saat ini subdomain alias sementara tidak bekerja untuk email, hanya untuk web saja (seharusnya tidak masalah, karena 99% kasus penggunaan subdomain sementara adalah untuk web).
  • Respon SMTPD dapat lebih cepat, karena jika ada RBL IP yang lambat di daftar IP RBL yang dipakai, akan otomatis diskip (dan dicoba lagi beberapa saat kemudian).
  • Spanel-sendmail ditulis ulang. Kini jika mengirim email dengan RFC From dan envelope sender (Return Path) berbeda, Return Path akan diset sama menjadi RFC From secara otomatis.

1.3.12

  • Admin kini dapat login ke akun yang terdisable atau yang sudah termigrasi, untuk melakukan pengecekan dsb. User biasa tetap tidak bisa.
  • Statistik server (http://SPANEL/stats/ atau URL lama http://SPANEL/rrdtool/) kini harus diakses dengan login dulu, di menu Perkakas > Statistik Server. Sementara statistik akun berada di menu Perkakas > Statistik Akun.
  • Tersedia program baris perintah /c/sbin/spanel untuk memanggil fungsi-fungsi API. Belum semua fungsionalitas tersedia (ongoing), tapi beberapa seperti Kelola File, Favorit (Bookmark), dsb sudah tersedia. Ini artinya, admin dapat melaksanakan fungsi-fungsi yang tersedia di antarmuka web juga lewat baris perintah shell, contohnya seperti untuk mendaftar akun, melihat isi file akun, melakukan manipulasi file sebagai akun, dsb.

Untuk mulai, cobalah perintah-perintah berikut: ‘/c/sbin/spanel –help’, ‘/c/sbin/spanel help’, ‘/c/sbin/spanel help api’, ‘/c/sbin/spanel api –list’.

  • Program /c/sbin/kill-user-processes tidak lagi tersedia. Sebagai gantinya, gunakan ‘/c/sbin/spanel api Process kill’
  • Program /c/sbin/find-users tidak lagi tersedia. Sebagai gantinya, gunakan ‘/c/sbin/spanel api Shared list’

1.3.11

Autoindexing di Apache kini dimatikan

Untuk meningkatkan keamanan, autoindexing di Apache kini dimatikan. Artinya, jika sebuah folder tidak mengandung salah satu file indeks (index.html, index.php, index.cgi) maka Apache tidak lagi menampilkan daftar file dan subfolder yang ada, melainkan menampilkan pesan Forbidden. Pengunjung situs tidak dapat lagi melihat daftar file/subfolder jika pengguna lupa menaruh file indeks. Ini konsisten dengan konfigurasi default banyak server hosting lain yang ada. Pengguna zaman ini pun sudah jarang memanfaatkan fitur autoindexing Apache.

Jika ingin menghidupkan kembali autoindexing, maka buatlah file /etc/spanel/apache2/myserver.conf yang isinya:

<Directory /s/*/www>
  Options +Indexing
</Directory>

lalu restartlah Apache dengan perintah di shell:

# /etc/init.d/apache2 restart

Resita has written 705 articles