Panduan administrator Spanel 1.3/Dll/Subversion/Overview

Di Spanel, repositori Subversion disimpan di direktori masing-masing user hosting di bawah svn/. Lalu semua repo disymlink di /var/lib/svn.

/u/user1/svn/
 .htpasswd
 repo11/
 repo12/
 ...
/u/user2/svn/
 .htpasswd
 repo12/
 repo22/
 ...
...
/var/lib/svn
 repo11 -> /u/user1/svn/repo11 <-- symlink
 repo12 -> /u/user1/svn/repo12 <-- symlink
 repo21 -> /u/user2/svn/repo21 <-- symlink
 repo22 -> /u/user2/svn/repo22 <-- symlink
 ...
/etc/apache2/
 .svn_htpasswd
 .svn_authz

Karena semua digabung di /var/lib/svn, nama repositori harus unik untuk semua user (jika user hosting user1 sudah memiliki repo bernama repo1, maka user2 tidak boleh memiliki repo dengan nama yang sama).

Permission tiap repositori adalah (www-data,USER,2750) karena perlu dimiliki oleh user Apache agar dapat ditulisi via WebDAV. Diset group sticky bit agar file-file semua tercipta dengan group si USER, sehingga kita dapat menerapkan quota disk space menggunakan group quota.

Tiap user hosting juga dapat memiliki satu atau lebih user/password .htpasswd yang nanti akan digabung di /etc/apache2/.svn_htpasswd (karena itu harus unik pula untuk semua user hosting, jika sudah ada user Subversion ‘bob’ milik user hosting ‘user1’ maka di user hosting lain mis: ‘user2’ tidak boleh ada user Subversion ‘bob’ pula. Jika ada maka salah satu akan diabaikan.

Pengaturan hak akses menggunakan mod_authz_svn path-based authorization. Saat ini pengaturannya cukup simpel: repo dapat bersifat world readable (dapat dibaca oleh user anonim tanpa password) atau tidak. Jika di direktori repo ada file bernama .anon_read, maka world-readable, jika tidak maka tidak world-readable. Sementara untuk menulis (commit, mkdir, dsb) dibutuhkan password. User-user subversion yang berhak menulis ini terdaftar di .htpasswd user hosting ybs.

User mengakses repositori milik mereka menggunakan:

http://DOMAINSERVER_ATAU_IPSERVER/svn/NAMAREPO
https://DOMAINSERVER_ATAU_IPSERVER/svn/NAMAREPO

di mana NAMAREPO adalah nama repositori milik mereka.

Resita has written 702 articles