Menggunakan TortoiseSVN

Apa itu TortoiseSVN

TortoiseSVN adalah client GUI untuk Subversion yang popular di Windows. Salah satu alasan popularitas TortoiseSVN adalah karena ia berbentuk plugin/extension untuk Explorer sehingga terintegrasi dengan file manager Windows.

Di Unix/Linux juga tersedia beberapa clone atau tandingan TortoiseSVN, misalnya KDESVN, eSVN, RapidSVN, dsb.

Menggunakan TortoiseSVN bersama repositori di server hosting

1. Download dan instal.

2. Buatlah repositori SVN baru di server. Misalnya, untuk server hosting berbasis Spanel, silakan lihat artikel ini: Subversion (Spanel). Misalnya URL repositori adalahhttp://tokoku.com/svn/repo1.

3. Membuat struktur dasar repositori. Walaupun tidak wajib/tidak harus selalu begini, biasanya repositori SVN memiliki struktur umum direktori trunk, branches, dan tags di level teratas. Barulah di bawah trunk itu ada subdirektori projek. (Atau bisa juga sebaliknya, buat dulu 1 direktori projek mis: proj1 di level teratas, setelah itu di bawahnya ada trunk, branches, dan tags. Masalah layout ini dijelaskan di Buku Panduan Subversion).

Untuk melakukan ini, pertama bukalah Windows Explorer. Lalu klik kanan dan pilih TortoiseSVN > Repo-browser. Masukkan URL repositori (lihat langkah 2). Setelah itu, pada repository browser, klik kanan dan pilihlah Create folder. Masukkan trunk untuk nama folder lalu klik Create. Pada kotak dialog Enter Log Message, biarkan saja kosong atau isikan dengan pesan log misalnya “struktur dasar repo”. Klik OK. Anda lalu akan ditanya username dan password. Gunakan username dan password yang telah dibuat pada langkah 2. Setelah klik OK, maka direktori akan tercipta di repositori.

Jika muncul pesan Permission Denied atau Forbidden, kemungkinan username/password salah. Silakan cek lagi di langkah 2.

4. Imporlah projek Anda menggunakan TortoiseSVN. Misalnya projek Anda berada di C:/projects/proj1. Bukalah Explorer lalu arahkan ke folder C:/projects. Lalu klik kanan pada proj1 dan pilih TortoiseSVN > Import. Masukkan pesan log misalnya “impor proj1” dan URL adalah http://tokoku.com/svn/repo1/trunk/proj1 (kita menaruhnya di bawah trunk). Klik OK maka TortoiseSVN akan mengimpor file-file di dalam proj1.

5. Selanjutnya kita perlu melakukan checkout untuk mendapatkan working directory. Misalnya Anda menaruh working directories di C:/work (atau bisa juga di C:/projects juga, tapi harap Anda hapus atau pindahkan dulu proj1 yang semula diimpor). Buka Explorer lalu ke C:/work. Klik kanan, lalu pilih SVN Checkout. Masukkan URL of repository:http://tokoku.com/svn/repo1/trunk/proj1 dan direktori c:/work/proj1. Hasilnya setelah checkout adalah direktori proj1 yang bertanda lambang centang hijau, yang berarti ini adalah working directory.

6. Mengedit file. Untuk mengedit file, Anda dapat membuka file di bawah direktori ini menggunakan editor favorit Anda, lalu mensavenya.

Untuk membuat file baru, pertama buatlah file tersebut lalu klik kanan pada file tersebut dan pilih TortoiseSVN > Add…

Untuk menghapus file, TortoiseSVN > Delete.

Untuk membatalkan perubahan di working directory, gunakan TortoiseSVN > Revert.

Untuk mengupdate ke versi terakhir yang ada di repositori, SVN Update.

Untuk menyimpan semua perubahan (commit), klik kanan pada daerah kosong di Explorer lalu pilih SVN Commit.

Resita has written 705 articles