Artikel:Kumpulan tip Mplayer

Mplayer adalah salah satu perangkat lunak pemutar video gratis dan open source yang popular di Linux. Mplayer mendukung berbagai format video maupun audio. Tersedia antarmuka teks (command-line) maupun beberapa macam GUI untuk Mplayer. Selain di Linux, Mplayer juga tersedia di platform Unix lain (termasuk OS X) dan Windows bahkan DOS dan Xbox.

Proyek Mplayer mula-mula dikembangkan sekitar tahun 2000-2001, berdekatan waktunya dengan dua “saingannya” yang juga popular di Linux, yaitu xine dan VLC. Pengembang awal Mplayer, Arpad Gereoffy, memulai proyek ini karena ketidakpuasannya terhadap pemutar-pemutar video lain yang ada.

Dalam sejarah perkembangannya, Mplayer pernah ditolak dimasukkan ke banyak distro non-komersil karena masalah lisensi. Misalnya Mplayer pernah memasukkan OpenDivX, librari dekoder yang tidak kompatibel degan GPL. Demikian juga dengan masalah ketersediaan codec sehingga Mplayer dan pemutar-pemutar video open source lainnya tidak dapat bermanfaat maksimal bagi para pemakai akhir.

Walaupun Mplayer bukanlah pemutar video terbaik dalam segala segi (misalnya: fitur manipulasi playlist-nya kurang lengkap, kurang oke sebagai pemutar koleksi audio, atau GUI-GUI yang ada masih kalah dibanding beberapa pemutar lain), namun saat ini Mplayer menjadi pemutar video favorit penulis. Beberapa keunikan dan kelebihan Mplayer yang patut dipertimbangkan antara lain: gesit dalam melakukan seeking, dikemas bersama enkoder bernama Mencoder, jumlah shortcut keyboard yang cukup banyak dan membantu, serta opsi command-line yang kaya dan fleksibel.

Artikel ini akan membagikan kumpulan tip Mplayer (terutama menggunakan antarmuka command-line) yang sering dipakai oleh penulis. Semoga berguna!

Menginstal Mplayer

Kini cukup mudah memperoleh Mplayer, karena sudah tersedia di repositori mayoritas distro. Jika belum terinstal saat Anda menginstalasi OS, maka Anda tinggal menggunakan utilitas manajemen paket perangkat lunak yang tersedia untuk distro Anda. Misalnya di Ubuntu Anda tinggal mengetikkan:

$ sudo apt-get install mplayer mencoder

maka Anda akan dapat menjalankan mplayer command-line dengan mengetikkan mplayer di shell. Atau Mplayer GUI lewat menu grafis ‘Applications > Multimedia > Mplayer Video Player’ atau dengan mengetikkan gmplayer.

Agar dapat memainkan format-format video yang codec-nya tidak/belum open source, seperti RealVideo (.rmvb) dan Quicktime (.mov), Mplayer menggunakan codec biner. Anda dapat mengunduh koleksi codec biner ini di homepage Mplayer. Cari dan ambillah file paket codec biner bernama essential-*.tar.bz2. Lalu setelah selesai mengunduh, ekstraklah file ini ke direktori /usr/lib/win32. Contoh:

$ sudo su
# tar xfj essential-20071007.tar.bz2
# cd essential-20071007
# mkdir -p /usr/lib/win32
# mv * /usr/lib/win32/
# exit

Sintaks dan tombol dasar

Untuk memainkan satu atau lebih file video atau audio dengan Mplayer command-line, cukup sebutkan sebagai argumen:

$ mplayer file1.avi dir/file2.wav ../dirlain/file3.rmvb

Terdapat berbagai opsi command line yang tersedia, silakan lihat manpage (man mplayer) untuk lengkapnya.

Karena saya sering sekali mengakses mplayer lewat command-line, maka saya membuat alias:

alias m=mplayer

Perintah ini dapat dipasang di file startup shell Anda, misalnya di ~/.bashrc.

Saat file bermain, tekan Enter untuk pindah ke file berikutnya (atau keluar jika tidak ada file berikutnya). Tekan Esc atau q jika ingin langsung keluar.

Tip: Mengendalikan pemutaran

Seek. Untuk mundur dan maju, digunakan tombol-tombol: panah kiri/kanan (satuan 10 detik), bawah/atas (satuan 1 menit), PgDn/PgUp (satuan 10 menit). Gunakan tombol o satu atau beberapa kali untuk mengatur jumlah item yang ditampilkan di layar (OSD display), seperti posisi video saat ini, total panjang video, dll.

Lewat opsi -ss command-line pun Anda dapat memerintahkan mplayer untuk memulai pemutaran pada posisi tertentu, mis:

$ mplayer -ss 45 film.rmvb

Perintah di atas memulai pemutaran di detik ke-45. Gunakan aritmetika shell Bash untuk menit dan jam, misalnya untuk mulai di posisi 15:30:

$ mplayer -ss $[15*60+45] film.rmvb

Catatan: mplayer juga dapat melakukan seeking terhadap posisi file dalam byte (opsi -sb).

Lama pemutaran. Kita dapat menyuruh mplayer hanya memainkan sejumlah detik atau frame tertentu saja, dengan opsi -frames. Atau memainkan hingga posisi akhir tertentu dengan -endpos (bisa dinyatakan dalam detik atau hh:mm:ss). Dengan 2 kombinasi opsi -ss dan -frames/-endpos, kita dapat memainkan sepenggal saja dari sebuah file video.

Kecepatan pemutaran. Ini salah satu keunikan mplayer, yaitu dapat memainkan video dengan kecepatan yang fleksibel. Berguna misalnya untuk mengirit waktu, melatih kecepatan pendengaran, memperjelas adegan yang cepat, dll. Untuk melakukannya saat pemutaran, gunakan tombol [ dan ] untuk memperlambat/mempercepat pemutaran dengan satuan 10%, atau { dan } untuk satuan dobel/setengah. Padanan opsinya adalah -speed (set kecepatan sebagai faktor kecepatan normal, mis 1.5 untuk satu setengah kali kecepatan normal). Tekan Backspace untuk kembali ke kecepatan normal.

Ekstrak video. Untuk mengekstrak video (atau sepenggal video, dengan tambahan opsi -ss dan -frames/-endpos), Anda dapat memanfaatkan program pelengkap Mplayer yaitu Mencoder, mis:

$ mencoder f.avi -ss 60 -endpos 00:02:00 -o g.avi -oac copy -ovc copy

Perintah di atas akan mengekstrak menit ke-1 s.d. ke-2 file f.avi dan menyimpannya ke file g.avi. Terdapat banyak opsi mencoder lain seperti pemilihan codec, pengubahan ukuran, dsb.

Tip: Mengendalikan gambar/video

Full-screen. Untuk menampilkan video secara full-screen, tekan tombol f. Padanannya adalah opsi command-line -fs.

Ukuran window. Untuk mengeset ukuran window keluaran video Mplayer, gunakan opsi -geometry, mis -geometry 300×200+0+0 akan menampilkan video seukuran 300×200 piksel di posisi (0,0).

Aspek rasio. Kadang jika mplayer belum terset dengan benar, jika kita mainkan di laptop layar lebar, hasilnya akan terlalu gepeng. Gunakan opsi -monitoraspect 16:9 misalnya untuk mengatur aspek rasio.

Opsi ini dapat Anda taruh di file konfigurasi ~/.mplayer/config sbb:

monitoraspect=16:9

agar berlaku terus tanpa harus disebutkan eksplisit setiap kali.

Screenshot. Untuk menghasilkan screenshot dengan Mplayer secara interaktif mudah saja. Pertama jalankan mplayer dengan opsi -vf screenshot. Setelah itu, saat video dimainkan, tekan s manakala ingin mengambil screenshot. Hasilnya adalah file shot0001.png, dst.

Untuk menghasilkan screenshot secara programatis, Anda dapat menggunakan opsi -vo jpeg bersama-sama opsi -ss dan -frames 5 (atau nilai lain mis -frames 20 bergantung pada kualitas enkoding). Misalnya:

$ mplayer -vo jpeg -ss 100 -frames 5 film.mpg

Perintah di atas mengambil 5 frame dari detik ke-100 dan menyimpannya ke file 00000001.jpg, dst. Ambil frame terakhir di mana video telah tertampilkan paling sempurna.

Dengan sedikit skripting dan bantuan ImageMagick misalnya, Anda dapat membuat program untuk menghasilkan deretan preview thumbnail sebuah video (akan dibahas dalam kesempatan lain).

Tip: Mengendalikan suara

Volume. Untuk memperkecil atau memperbesar suara, dapat digunakan tombol / dan * (atau 9 dan 0). Lewat opsi command line, kita juga dapat mengendalikan gain suara dalam dB, mis:

$ mplayer -af volume=10 video.avi

Gunakan angka positif (mis: 5, 10) untuk memperbesar dan negatif (mis: -5, -10) untuk memperkecil. Ini berguna misalnya jika sebuah file video level suaranya masih terlalu kecil walaupun setelan speaker sudah cukup keras.

Jika Anda berada di laptop dengan speaker bersuara kecil, bisa juga menambahkan opsi -softvol -softvol-max 200, agar suara bisa 200% dari level suara yang terenkode di file.

Untuk mematikan total suara, gunakan opsi -nosound. Padanannya adalah tombol m.

$ mplayer -nosound video.avi

Perintah di atas juga bisa Anda pasang menjadi alias jika sering digunakan, mis:

alias mn="mplayer -nosound"

Sinkronisasi. Ada kalanya video yang kita mainkan tidak terenkode dengan benar, sehingga antara gambar dan suaranya tidak sinkron (bergeser sedikit). Anda dapat menekan tombol +/- untuk menggeser suara sebesar 0,1 detik. Padanannya adalah opsi -delay.

Mengekstrak audio. Kita dapat mengekstrak audio dari sebuah file video ke dalam file lain sbb:

$ mplayer -dumpaudio -dumpfile film film.mpg

Hasilnya akan tercipta file film (umumnya berformat mp2 atau mp3 jika file Anda adalah mpg/avi). Bisa dicek dengan perintah file misalnya.

Tip: Mengendalikan subtitel

Mplayer otomatis memuat file subtitel yang ada jika ditemukan file subtitel bernama sama di direktori yang sama dengan file video. Misalnya: jika terdapat file judul.srt atau judul.sub di direktori yang sama dengan judul.avi maka subtitel tersebut akan ditampilkan. Jika filenya berbeda nama, mis lain.srt atau judul.en.srt maka gunakan opsi -sub untuk memuatnya. Mplayer mendukung memuat lebih dari subtitel sekaligus, pisahkan namanya dengan koma, mis: -sub judul.en.srt,judul.fr.srt. Untuk berganti-ganti subtitel saat pemutaran, gunakan tombol b dan j. Berguna misalnya jika Anda sedang belajar bahasa asing.

Terdapat berbagai opsi untuk mengatur jenis font, ukuran, transparansi, dan aspek tampilan lainnya dari subtitel. Silakan merujuk ke manual.

Sinkronisasi. Ada kalanya subtitel kurang pas dengan video (bergeser sedikit). Gunakan tombol x dan z untuk menggeser dengan satuan 0,1 detik.

Posisi subtitel. Tombol v untuk menampilkan/menyembunyikan subtitel. Geser posisi vertikal subtitel dengan tombol r dan t.

Membakar subtitel ke dalam video. Istilahnya adalah hardcode atau burn-in, yaitu menggabungkan file teks subtitel ke dalam file video, agar file teks ini tidak dibutuhkan lagi. Untuk melakukannya, kita melakukan enkoding ulang file video. Berikut perintah untuk melakukannya:

$ mencoder film.avi -sub film.srt -oac copy -ovc lavc -o film2.avi

Silakan tunggu proses enkoding hingga selesai. Hasilnya adalah film2.avi. Catatan: saat ini hanya format .srt yang didukung. Anda dapat menggunakan program untuk mengkonversi format subtitel lain menjadi .srt terlebih dulu.

Penutup

Masih ada banyak hal menarik lain yang dapat Anda lakukan dengan Mplayer dan Mencoder. Selamat mencoba!

Resita has written 705 articles